Fikih Moderasi Dialektika Teks dan konteks dalam Syarah Bulughul Maram

Judul : Fikih Moderasi Dialektika Teks dan konteks dalam Syarah Bulughul Maram
Penulis : Muhammad Abu Nadlir, S.Th.I., M.Ag.
Editor/Penyunting : Zainal Abidin, S.Ag, M.S.I, Ali Rohmat, M.Hum
Tebal buku : x + 146
Ukuran : 14,5 x 21 cm
Kertas : Bookpaper 57 Gram BW
Tahun terbit : 2026
Penerbit : StaiaPress
ISBN : –

Category:

Di zaman sekarang moderasi beragama sangat penting guna memwujudkan kelangsungan hidup dan keutuhan bangsa Indonesia. Untuk itu perlunya dukungan dari berbagai pihak terhadap keutuhan bangsa tersebut, termasuk dari umat Islam. Salah satu sumber yang mendukung terwujudny semangat tersebut adalah melalui pemahaman terhadap hadis hukum yang terdapat pada kitab Bulughul Maram.
Buku ini merupakan studi komprehensif mengenai reinterpretasi hadis-hadis hukum dalam kitab Bulūgh al-Marām karya Ibnu Hajar al-Asqalani melalui kacamata moderasi beragama (wasathiyyah) di Indonesia. Di tengah meningkatnya arus radikalisme dan tekstualisme kaku yang sering kali membajak dalil-dalil hadis untuk kepentingan ekstremisme, buku ini hadir sebagai upaya dekonstruksi metodologis sekaligus rekonstruksi pemikiran. Fokus utama penelitian ini adalah mengeksplorasi bagaimana hadis-hadis hukum dalam bab ibadah, jihad, muamalah, hingga etika sosial dapat dipahami secara kontekstual tanpa mereduksi otentisitas teks aslinya.
Dengan menggunakan pendekatan multidisipliner—yang mengintegrasikan hermeneutika hadis, ushul fikih, sosiologi, dan filsafat hukum Islam (Maqāṣid al-Syarī’ah)—penulis berargumen bahwa Islam moderat bukanlah bentuk pendangkalan akidah, melainkan manifestasi dari pendalaman pemahaman terhadap fleksibilitas syariat (al-murūnah). Buku ini membagi pembahasannya ke dalam lima bagian utama: fondasi epistemologis moderasi, dekonstruksi radikalisme, reinterpretasi konsep jihad dan perang, inklusivitas dalam interaksi sosial (muamalah), serta strategi implementasi nilai-nilai moderat di lembaga pendidikan dan ruang digital Indonesia.
Temuan dalam buku ini menegaskan bahwa radikalisme berakar pada pengabaian terhadap asbāb al-wurūd (konteks sejarah) dan ’illat (rasio hukum) dari teks-teks hadis. Sebagai solusi, buku ini menawarkan model pembacaan “Integratif-Interkonektif” yang mendamaikan antara wahyu dan akal, serta teks klasik dengan realitas negara-bangsa modern. Buku ini diharapkan menjadi rujukan teoretis dan praktis bagi akademisi, tokoh agama, pengambil kebijakan, serta masyarakat umum dalam membumikan narasi Islam yang raḥmatan lil ‘ālamīn dan memperkokoh ketahanan nasional Indonesia dari ancaman ideologi transnasional yang ekstrem.

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Fikih Moderasi Dialektika Teks dan konteks dalam Syarah Bulughul Maram”

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Shopping Cart